Harga Kedelai Masih Bikin Pusing

Ketua Asosiasi Produsen Tahu dan Tempe Lombok Timur

Lombok Timur – Kenaikan harga kedelai di pasaran masih membuat produsen tahu dan tempe pusing. Ketergantungan terhadap kedelai impor menyebabkan terdampaknya harga produk turunan kedelai jika terjadi kelangkaan bahan baku.

Kenaikan harga kedelai sendiri sudah terjadi sejak akhir tahun 2021 lalu. Tidak tanggung-tanggung kenaikan sampai saat ini mencapai hampir dua kali lipat dari harga normal sekitar Rp. 7.000 perkilogram.

“Kenaikan harga kedelai saat ini sudah mencapai Rp. 12.500 perkilogram,” kata Subiardi selaku ketua Asosiasi Produsen Tahu dan Tempe Lombok Timur, pada Kamis (10/3/2022).

Pilihan untuk menaikkan harga jual tahu tempe juga menjadi dilema mengingat keterbatasan daya beli masyarakat. Sementara pilihan memperkecil ukuran juga dirasakan kurang tepat, karena harga bahan baku yang terus melambung tinggi sehingga mempersulita proses produksi.

“Kondisi sekarang ini sangat sulit untuk bisa berproduksi, bagi yang masih berproduksi itu masih mengandalkan stok lama,” jelas Subiardi.

Terkait kondisi ini, pemerintah daerah diharapkan dapat turun tangan untuk meringankan beban produsen tahu dan tempe. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan subsidi kepada produsen, untuk menutupi harga bahan baku yang tinggi.

“Kalau mengupayakan penurunan ya nggak bisa, tapi subsidi itu harus,” harapnya. (red)

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

Artikel Terbaru

Video Terbaru

Scroll to Top